Jasa Gambar Desain Waterboom Murah di Jakarta

Terima Order perencanaan pembanguan tempat wisata waterpark waterboom di seluruh Indonesia, kami mengerjakan mulai dari konsep sampai dengan konstruksi.

Jasa-Masterplan-Waterpark-MurahSegera hubungi kami:
PT. PUTRAPRASENDO BERJAYA
Jl. Wibawa Mukti 2 No.36 Jatiasih.
Bekasi Selatan 17423
Telp. +62 21 82437804, Fax. +62 21 87717934
HP. 081808127049, 082114366989
Email: prasendo@gmail.com  View on Path
Komponen Utama Desain Wisata
Terdapat dua konsep yang utama dalam komponen mendesain wisata :

1. Akomodasi : sebagian dari tempat tinggal para penduduk setempat dan atau unit-unit yang berkembang atas konsep tempat tinggal penduduk.
2. Atraksi : seluruh wahana permainan yang dapat mencerminkan kehidupan keseharian penduduk setempat beserta setting fisik lokasi desain yang memungkinkan berintegrasinya wisatawan sebagai partisipasi aktif.
Sedangkan Edward Inskeep, dalam Tourism Planning An Integrated and Sustainable Development Approach, hal. 166 memberikan definisi : Village Tourism, where small groups of tourist stay in or near traditional, often remote villages and learn about village life and the local environment. Inskeep : Wisata pedesaan dimana sekelompok kecil wisatawan tinggal dalam atau dekat dengan suasana tradisional, sering di desa-desa yang terpencil dan belajar tentang kehidupan pedesaan dan lingkungan setempat.
Pendekatan Pengembangan Desain Wisata
Jasa-Pembuatan-Masterplan-Waterpark-Jakarta-1Pengembangan dari desain wisata harus direncanakan secara hati-hati agar dampak yang timbul dapat dikontrol. Berdasar beberapa konsultan Indonesia, dicapai dua pendekatan dalam menyusun rangka kerja/konsep kerja dari pengembangan sebuah tempat menjadi wahana wisata.Pendekatan Pasar untuk Pengembangan Desain Wisata
Interaksi tidak langsung
Model pengembangan didekati dengan cara bahwa lokasi proyek wisata mendapat manfaat tanpa interaksi langsung dengan wisatawan. Bentuk kegiatan yang terjadi semisal : penulisan buku-buku tentang tempat wisata yang berkembang, kehidupan daerah setempat, seni dan budaya lokal, arsitektur tradisional, latar belakang sejarah, pembuatan kartu pos dan sebagainya.
Interaksi setengah langsung
Bentuk-bentuk one day trip yang dilakukan oleh wisatawan, kegiatan-kegiatan meliputi makan dan berkegiatan bersama penduduk dan kemudian wisatawan dapat kembali ke tempat akomodasinya. Prinsip model tipe ini adalah bahwa wisatawan hanya singgah dan tidak tinggal bersama dengan penduduk.
Interaksi Langsung
Wisatawan dimungkinkan untuk tinggal/bermalam dalam akomodasi yang dimiliki oleh lokasi tersebut. Dampak yang terjadi dapat dikontrol dengan berbagai pertimbangan yaitu daya dukung dan potensi masyarakat setempat. Alternatif lain dari model ini adalah penggabungan dari model pertama dan kedua.

Kriteria Desain Wisata
Jasa-Pembuatan-Masterplan-Waterpark-Jakarta-2Pada pendekatan ini diperlukan beberapa kriteria yaitu :

  • 1. Atraksi wisata; yaitu semua yang mencakup alam, budaya dan hasil ciptaan manusia. Atraksi yang dipilih adalah yang paling menarik dan atraktif di lokasi proyek.
  • 2. Jarak Tempuh; adalah jarak tempuh dari kawasan wisata terutama tempat tinggal wisatawan dan juga jarak tempuh dari ibukota provinsi dan jarak dari ibukota kabupaten.
  • 3. Besaran Lokasi Proyek Wisata; menyangkut masalah-masalah jumlah rumah, jumlah penduduk, karakteristik dan luas wilayah proyek. Kriteria ini berkaitan dengan daya dukung kepariwisataan pada suatu desa.
  • 4. Sistem Kepercayaan dan kemasyarakatan; merupakan aspek penting mengingat adanya aturan-aturan yang khusus pada komunitas sebuah desa. Perlu dipertimbangkan adalah agama yang menjadi mayoritas dan sistem kemasyarakatan yang ada.
  • 5. Ketersediaan infrastruktur; meliputi fasilitas dan pelayanan transportasi, fasilitas listrik, air bersih, drainase, telepon dan sebagainya.

Masing-masing kriteria digunakan untuk melihat karakteristik utama suatu lokasi untuk kemudian menetukan apakah suatu lokasi proyek akan menjadi tempat wisata dengan tipe berhenti sejenak, tipe one day trip atau tipe tinggal inap.

Pendekatan Fisik Pengembangan Desain Wisata
Guci-Waterpark-Tegal-5Pendekatan ini merupakan solusi yang umum dalam mengembangkan sebuah tempat wisata melalui sektor pariwisata dengan menggunakan standar-standar khusus dalam mengontrol perkembangan dan menerapkan aktivitas konservasi.

1. Mengonservasi sejumlah rumah yang memiliki nilai budaya dan arsitektur yang tinggi dan mengubah fungsi rumah tinggal menjadi sebuah tempat wisata untuk menghasilkan biaya untuk perawatan dari rumah tersebut. Contoh pendekatan dari tipe pengembangan model ini adalah tempat wisata di Koanara, Flores. tempat wisata yang terletak di daerah wisata Gunung Kelimutu ini mempunyai aset wisata budaya berupa rumah-rumah tinggal yang memiliki arsitektur yang khas. Dalam rangka mengkonservasi dan mempertahankan rumah-rumah tersebut, penduduk tempat wisata menempuh cara memuseumkan rumah tinggal penduduk yang masih ditinggali. Untuk mewadahi kegiatan wisata di daerah tersebut dibangun juga sarana wisata untuk wisatawan yang akan mendaki Gunung Kelimutu dengan fasilitas berstandar resor minimum dan kegiatan budaya lain.

Guci-Waterpark-Tegal-32. Mengonservasi keseluruhan tempat wisata dan menyediakan lahan baru untuk menampung perkembangan penduduk tempat wisata tersebut dan sekaligus mengembangkan lahan tersebut sebagai area pariwisata dengan fasilitas-fasilitas wisata. Contoh pendekatan pengembangan tempat wisata jenis ini adalah tempat wisata Sade, di Lombok.

3. Mengembangkan bentuk-bentuk akomodasi di dalam wilayah tempat wisata tersebut yang dioperasikan oleh penduduk tempat wisata tersebut sebagai industri skala kecil. Contoh dari bentuk pengembangan ini adalah tempat wisata Wolotopo di Flores. Aset wisata di daerah ini sangat beragam antara lain : kerajinan tenun ikat, tarian adat, rumah-rumah tradisional dan pemandangan ke arah laut. Wisata di daerah ini dikembangkan dengan membangun sebuah perkampungan skala kecil di dalam lingkungan tempat wisata Wolotopo yang menghadap ke laut dengan atraksi-atraksi budaya yang unik. Fasilitas-fasilitas wisata ini dikelola sendiri oleh penduduk desa setempat. Fasilitas wisata berupa akomodasi bagi wisatawan, restaurant, kolam renang, peragaan tenun ikat, plaza, kebun dan dermaga perahu boat.

Prinsip dasar dari pengembangan desain wisata
Jual-Waterslide-Waterpark1. Pengembangan fasilitas-fasilitas wisata dalam skala kecil beserta pelayanan di dalam atau dekat dengan tempat wisata.
2. Fasilitas-fasilitas dan pelayanan tersebut dimiliki dan dikerjakan oleh penduduk tempat wisata, salah satu bisa bekerja sama atau individu yang memiliki.
3. Pengembangan tempat wisata didasarkan pada salah satu “sifat” budaya tradisional yang lekat pada suatu tempat wisata atau “sifat” atraksi yang dekat dengan alam dengan pengembangan tempat wisata sebagai pusat pelayanan bagi wisatawan yang mengunjungi kedua atraksi tersebut.

Jenis Wisatawan Pengunjung Desa Wisata
Harga-Water-Slide-Waterpark-JakartaKarena bentuk wisata pedesaan yang khas maka diperlukan suatu segmen pasar tersendiri. Terdapat beberapa tipe wisatawan yang akan mengunjungi tempat wisata wisata ini yaitu :

Wisatawan Domestik
Wisatawan domestik ; terdapat tiga jenis pengunjung domestik yaitu :
1. Wisatawan atau pengunjung rutin yang tinggal di daerah dekat tempat wisata tersebut. Motivasi kunjungan : mengunjungi kerabat, membeli hasil bumi atau barang-barang kerajinan. Pada perayaan tertentu, pengunjung tipe pertama ini akan memadati tempat wisata tersebut.
2. Wisatawan dari luar daerah (luar provinsi atau luar kota), yang transit atau lewat dengan motivasi, membeli hasil kerajinan setempat.
3. Wisatawan domestik yang secara khusus mengadakan perjalanan wisata ke daerah tertentu, dengan motivasi mengunjungi daerah tempat wisata penghasil kerajinan secara pribadi.

Harga-Kids-Slide-Wave-FiberglassWisatawan Manca Negara
1. Wisatawan yang suka berpetualang dan berminat khusus pada kehidupan dan kebudayaan di pedesaan. Umumnya wisatawan ini tidak ingin bertemu dengan wisatawan lainnya dan berusaha mengunjungi kampung dimana tidak begitu banyak wisatawan asing.
2. Wisatawan yang pergi dalam grup (di dalam suatu biro perjalanan wisata). Pada umumnya mereka tidak tinggal lama di dalam kampung dan hanya tertarik pada hasil kerajinan setempat.
3. Wisatawan yang tertarik untuk mengunjungi dan hidup di dalam kampung dengan motivasi merasakan kehidupan di luar komunitas yang biasa dihadapinya.

Tipe Desain Wisata
Menurut pola, proses dan tipe pengelolanya tempat wisata atau kampung wisata di Indonesia sendiri, terbagi dalam dua bentuk yaitu tipe terstruktur dan tipe terbuka.

Tipe terstruktur (enclave)
Tipe terstruktur ditandai dengan karakter-karakter sebagai berikut :
1. Lahan terbatas yang dilengkapi dengan infrastruktur yang spesifik untuk kawasan tersebut. Tipe ini mempunyai kelebihan dalam citra yang ditumbuhkannya sehingga mampu menembus pasar internasional.
2. Lokasi pada umumnya terpisah dari masyarakat atau penduduk lokal, sehingga dampak negatif yang ditimbulkannya diharapkan terkontrol. Selain itu pencemaran sosial budaya yang ditimbulkan akan terdeteksi sejak dini.
3. Lahan tidak terlalu besar dan masih dalam tingkat kemampuan perencanaan yang integratif dan terkoordinasi, sehingga diharapkan akan tampil menjadi semacam agen untuk mendapatkan dana-dana internasional sebagai unsur utama untuk “menangkap” servis-servis dari hotel-hotel berbintang lima.
Contoh dari kawasan atau perkampungan wisata jenis ini adalah kawasan Nusa Dua, Bali dan beberapa kawasan wisata di Lombok. Pedesaan tersebut diakui sebagai suatu pendekatan yang tidak saja berhasil secara nasional, melainkan juga pada tingkat internasional. Pemerintah Indonesia mengharapkan beberapa tempat di Indonesia yang tepat dapat dirancang dengan konsep yang serupa.

Tipe Terbuka (spontaneus)
Tipe ini ditandai dengan karakter-karakter yaitu tumbuh menyatunya kawasan dengan struktur kehidupan, baik ruang maupun pola dengan masyarakat lokal. Distribusi pendapatan yang didapat dari wisatawan dapat langsung dinikmati oleh penduduk lokal, akan tetapi dampak negatifnya cepat menjalar menjadi satu ke dalam penduduk lokal, sehingga sulit dikendalikan. Contoh dari tipe perkampungan wisata jenis ini adalah kawasan Prawirotaman, Yogyakarta.

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Please follow and like us:

Add a Comment

Enjoy this blog? Please spread the word :)

  • RSS20
  • Follow by Email
  • Facebook0
    Facebook
  • Google+20
    Google+
    http://playground.co.id/jasa-gambar-desain-waterboom-murah-di-jakarta">
  • SHARE20
  • YouTube20
    YouTube
  • Pinterest20
    Pinterest
  • LinkedIn20
  • Instagram20